Senin, 22 Agustus 2016

Penantian Seseorang

By: Melisa


Di hari ini aku bersandar di atas tempat tidur dengan penuh magna
Menyaksikan rerintikan hujan yang turun deras yang menbasahi bumi
Suara gemuru yang aku dengar membuat aku mendiam
Seorang diri di kamar yang menjadi tempat tinggal ku

Detik demi detik telah berlalu
Menit demi menit telah menanti yang
akan hadir nya seorang teman di sini

Tidak tahu sampai kapan penantian itu berakhir
mungkin hari ini atau lusa akan hadir diri mu di sisi ku

perlahan tapi pasti diri mu telah hadir
di sinit etapi kamu janji
Selalu menemani hari demi hariyang kita lewati

percikan air di sini menambahkan
bahwa akan hadir seseorang yang menemani hari –hari ku
tapi tidak dari sudut mana pun
tidak di perlihatkan seorang yang menemani aku

butiran air mata telah membasahi pipiku
perlahan-lahan mulai ku rangkai kata-kataku
Untuk berjanji kepadamu

Tangisan Yang Terakhir

By: Melisa


Pipimu yang sendu
Kini tampak pucat
Saat kau menangis
Ku luluh ingin mengusap

Kini dengan tangisanmu
Kau terlihat lemah
Terlihat tak berdaya
Terlihat akan lenyap

 Mengapa kau menangis?
Apa engkau sakit?
Apa kau menderita?
Apa kau terluka?

Ayah

By: Melisa

Berlinanglah air mataku....
Mengingat saat-saat terakhirku bersamamu 
Disudut aku berdoa
Aku doakan engkau yang disana
Oh ayah...
Aku tak habis fikir
Kenapa engkau dipanggil begitu cepat
Tapi aku yakin... Allah begitu sayang kepadamu
Jadi engkau harus dipanggil begitu cepat...
Saat-saat begini
Alangkah senangnya
Jika ada disamping mu...
Aku berjanji ayah
Aku akan menjaga ibu
Dan aku akan berjanji
Aku akan menafkahi ibu...

Alam

By: Melisa

Hamparan padi yang membentang
Perkebunan yang luas
Memperindah pesona mata

Awan  putih nan luas
Laut biru membentang
Memeperkaya kehidupan

Pepohonan yang rimbun
Hutan yang rindang
mensejukan hati

Air terjun yang berlompatan
Sungai yang hijau
Membahagiakan suasana

Terang rembulan
Gemerlap bintang
Mengelokan jiwa

Alam yang luas
Pancaran kehidupanku
Alam yang damai
Kemakmuran bagiku
Alam kau adalah surga bagiku

Tangisan yang Terakhir

B y: Melisa

Di hari ini aku bersandar di atas tempat tidur dengan penuh magna
Menyaksikan rerintikan hujan yang turun deras yang menbasahi bumi
Suara gemuru yang aku dengar membuat aku mendiam
Seorang diri di kamar yang menjadi tempat tinggal ku

Detik demi detik telah berlalu
Menit demi menit telah menanti yang
akan hadir nya seorang teman di sini

Tidak tahu sampai kapan penantian itu berakhir
mungkin hari ini atau lusa akan hadir diri mu di sisi ku

perlahan tapi pasti diri mu telah hadir
di sinit etapi kamu janji
Selalu menemani hari demi hariyang kita lewati

percikan air di sini menambahkan
bahwa akan hadir seseorang yang menemani hari –hari ku
tapi tidak dari sudut mana pun
tidak di perlihatkan seorang yang menemani aku

butiran air mata telah membasahi pipiku
perlahan-lahan mulai ku rangkai kata-kataku
Untuk berjanji kepadamu
kan senantiasa menantimu

Ombak

By: Melisa

Gulungan-gulungan ombak
Yang membatasi lautan
Memperhias keindahan pesisir pantai
Angin ombak yang besar
Memperhiaskan bola mataku
Pulau yang menengah
Ombak yang indah
Pesisir pantai dan ombak
Yang indah...

Rindunya Seorang Ibu

By: Melisa

Tangisan ku memanggil namamu
Jauh disana aku menantimu
Sampi kapan engkau disana
Apa engkau melupakanku
Anakku kapan engkau pulang
Saaat aku merindukanmu
Mengapa engkau tak pulang
Satu kata yang terucap
Pulanglah dikau yang kini jauh
Suara halusmu yang dulu
Memanggil ku.......
Kini tak dapat ku rasakan
Tangan halusmu yang dulu
Mengusap air keringatku
Kini tak lagi ada disini
Anakku lekas pulanglah
Aku disini merindukanmu